Khan ceritanya gue sekarang di pulau dewata nih, kerja dikontrak buat 2 tahun kedepan. Tepatnya di sisi utara atau atasnya pulau Bali. Di daerah Singaraja (mantan ibukota profinsi Bali sebelum dipindah ke Denpasar) atau Lovina sana. Nah dari sinipun perjalanan ke tempat gue itu masih sekitar 1 jam-an ke arah Gilimanuk ( tempat penyeberangan Fery). Jadi tempat gue itu lebih deket ke Pulau Jawa dari pada ke Ibukota Denpasar.
Tempatnya memang belum terjamah ama yang namanya Mass-Tourism. Wisman yang datang ke sini, biasanya adalah wisman yang khusus berlibur undtuk menikmati pemandangan bawah laut pulau Bali, atau wisman yang sudah sering datang ke Bali tapi tidak mau berhubungan dengan Kuta, Denpasar, Sanur dan sejenisnya yang bisa gue golongkan ke dalam kategori Mass-Tourism.
Nah balik lagi nih gue.....
Dan gue di kontrakin rumah yang cukup besar ama bos gue, dua tingkat. Tingkat pertama gue gunain buat ngajar bahasa Jerman, tingkat atas is my living room. Karena sekarang itu musim hujuan....curah hujan di daerah sini memang cukup membuat hati jadi deg-degan...apalagi tempat gue kerja itu bisa dibilang dibibir (tepi) pantai banget. Apalagi kalo ada ombak besar.....Nah 2 hari yang lalu ada kejadian ombak besar, hujan lebat dimalam hari pula. Menurut kata orang disini akan ada selalu yang dinamakan "Pemadaman" begitulah mereka bilang kalo ada mati lampu total. Total dalam arti satu desa malah bisa dibilang beberapa desa sepanjang jalur Gilimanuk-Singaraja akan dipadamkan listriknya. katanya takut Kilat dsb, dst.
Reaksi yang terjadi buat orang kota kayak gue memang tidak berlebihan. Gue cuma agak sedikit ngeri aja kalo mati lampu, terus gue keluar rumah, biasanya di Jakarta masih bisa liat ada cahaya terang di RW atau RT sebelah, Tapi disini keadaan total Gelap Gulita, kalo gak ada mobil yang lewat dengan lampu sorotnya keadaan disini bisa disamakan dengan keadaan di kuburan kali....(bener2 gelap soalnya) paling kita liat cuma bintang berserakan. Lalu besoknya itu biasanya juga gak ada air yang jalan karena PDAM sengaja matikan saluranya.
Yang lalu berdampak bila gue baru bangun yang biasanya jam 7 pagi...dengan wajah dongkol liat bak mandi kosong dan air ngak jalan.....gue dengan Bad Mood akan pergi ke Lokasi (tempat gue kerja) dan akan mandi disana......keadaan seperti itu gue juga alami kemaren dan hari ini.......akh bikin dongkol dan kheki kadang2 kalo dipikirin......tapi gue enjoy aja akh....gue pikir ini belum keadaan yang terparah yang terjadi, akan terjadi....whateverlah....
emang Panyabangan bukan Jakarta.